Tahukah Nyonya Caranya Bercinta?
———— ——— –
Ini cerita di sebuah peternakan. Seorang pria
melangkah ke rumah tetangganya
dan mengetuk pintu. Ketika nyonya rumah membuka
pintu, si pria bertanya,
“Apakah Nyonya tahu caranya bercinta?”
Tentu saja si nyonya rumah marah dan membanting
pintu. Namun, si pria tetap mengetuk pintu rumah tadi
dan mengajukan pertanyaan yang sama.
Kali ini si nyonya menjerit sekeras-kerasnya sambil
mengusir tamu tidak senonoh tadi.
Malam itu juga si nyonya menceritakan kejadian memalukan tadi
kepada suaminya.
Si suami berjanji bahwa ia akan tinggal di rumah
keesokan harinya untuk menghadapi si tamu kurang ajar
seandainya ia muncul lagi. Ternyata benar,
keesokan harinya pria yang sama datang lagi dan
mengetuk pintu. Nyonya rumah segera membuka pintu
sementara suaminya bersembunyi sambil membawa senapan.
Si tamu kembali bertanya, “Nyonya, tahukah anda
caranya bercinta?”
“Tentu saja, kenapa anda menanyakannya? ” si nyonya
balik bertanya.
“Baguslah,” kata si tamu. “Kalau begitu, puaskanlah
suami anda dan beritahu
dia untuk menjauhi istri saya!!!”

Sampai Nanti…
———— ——— –
Ini pengalaman di Changi Airport waktu menunggu
pesawat pulang ke Indonesia.
Entah kenapa tiba2 perut saya terasa mulas. Langsung
saja saya masuk ke WC yang saat itu kebetulan sepi.
Belum semenit duduk, saya denger suara
bapak-bapak berkata: “Gimana dik? Baik aja”.
Kedengerannya dari WC sebelah.

Kaget juga, dari mana dia tahu saya orang Indonesia.
Karena saya nggak biasa ngobrol sama orang yg
belum dikenal maka saya jawab aja: “Ya, baik.”
Eh, dia nanya lagi: “Sekarang gimana, sudah kerasa
lega?”. Wah, pertanyaan macam apa itu? Ada-ada aja.

Baru juga nongkrong semenit, jadi saya jawab aja
sekenanya: “Lumayan.”
Dia jawab lagi: “Sama dong… tapi saya ada masalah
dikit nih”. Saya mulai curiga, lalu gantian saya
yang tanya: “Masalah apa pak?”
Dia langsung jawab: “Iniii… ada orang culun di WC
sebelah ikut-ikutan njawab pertanyaan saya,
gimana kalau nanti saya telpon lagi?
Ya … sampai nanti ya…”
*tuut*

NENEK DAN KACANG MEDE
———— ——— –
Ibu Mira sebagai penduduk baru di komplek rumahnya,
datang ke rumah tetangga
sebelahnya yang dihuni oleh satu orang nenek-nenek.
Ibu Mira: Nek, kenalin nek, saya tetangga baru
nenek, nama saya Mira.
Nenek : Oh, silakan duduk… silakan duduk.
Pas lagi ngobrol, di meja ada setoples kacang mede.
Ibu Mira: Wah nek, boleh yah saya cicipi kacang
medenya
Nenek : oh… yah… yah… boleh… boleh… boleh.
Saking enaknya kacang mede tersebut, sampai habis
satu toples.
Ibu Mira: wah, maaf nek, kacang medenya sampai habis
nih…
Nenek : Oh, nggak apa-apa koq, nenek juga nggak bisa
makan, maklum gigi
nenek udah nggak kuat, Nenek kan sering dikirimin
sama cucu nenek coklat
silver queen, nenek hanya mampu jilatin coklatnya
aja dan kacang medenya
nenek kumpulkan dlm toples itu itu…